![]() |
| Batu Bleneng di Sinyalir Markas Lelembut |
Batu
misterius itu dikenal warga dengan sebutan “Batu Bleneng”, yang berdiri kokoh
di desa Walahar, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Wilayah batu itu berada di
sebuah bukit bernama Bukit Salam yang dipapras untuk dijadikan jalan tol.
Di
sekitar lokasi itu terlihat bukit dipapas, sedang kanan kiri jalan tol
dirapikan dengan cara dicor. Tapi batu itu berdiri tegak dipinggir beton cor,
seolah tak tersentuh, dan secara otomatis memberikan kesan menyolok atau aneh
karena memberikan kesan tak biasa.
Bila
Anda melintas dari arah Jakarta ke Palimanan batu itu ada di sebelah kanan,
tapi bila dari arah Cirebon ke Jakarta batu itu ada di sebelah kiri.
Tak
heran jika banyak mitos gaib bersemayam di batu besar tersebut yang beredar di
masyarakat. Satu diantaranya adalah cerita ketika alat berat gagal
menghancurkan batu untuk membuka lahan jalan tol.
Dapat
Tugas Hancurkan Batu Bleneng, Sopir Beko Tewas
Ijah,
warga Desa Walahar, Blok Kalimati, Kecamatan Ciwaringan, Kabupaten Cirebon
mengatakan saat tol Cipali digarap, ada peristiwa yang tidak masuk akal
terjadi.
Sopir
alat berat Beko yang diperintah atasannya untuk menghancurkan Batu Bleneng,
tewas di atas kendaraan Beko yang tengah dioperasikannya.
Mengingat
banyaknya kejadian yang tidak masuk akal, Batu Bleneng kata Ijah akhirnya
dibiarkan terus bertengger di tepi tebing.
Tidak
hanya itu, jalan tol juga terpaksa dibelokkan karena batu itu tidak bisa
dihancurkan.
“Batu
itu sudah ada sejak saya kecil, saya berharap batu itu jangan diusik demi
keselamatan kita semua,” katanya.
Ijah
khawatir jika batu dihancurkan, jin penunggu batu akan semakin marah, dan
memakan banyak tumbal,” katanya lagi.
Batu
Tak Bisa Dipindahkan dan Tersebarnya Berbagai Mitos
Bicara
soal batu besar yang berada dipinggir tol Cipali itu, ada legenda di kalangan
penduduk setempat. Konon katanya, percaya nggak percaya, batu itu tak bisa
dipindahkan saat pembangunannya.
Sudah
diupayakan dibongkar tapi selalu tak bisa. Entah alat yang terbatas atau
mungkin saja, pihak pengelola sengaja menaruh batu itu sebagai hiasan jelang
keluar gerbang tol Cipali.
Menurut
salahsatu legenda rakyat setempat, batu tersebut adalah tanda asal muasal pulau
Jawa dijadikan pemukiman.
Ada
yang bilang pula batu itu peninggalan orang zaman dahulu yang sengaja ditaruh
disitu karena berguna untuk menutup mata air berlumpur yang dapat membuat
banjir kawasan itu pada masa lalu.
Seperti
namanya, ditempat batu misterius itu berada yaitu di “Desa Walahar”, sebagai
asal mula nama “walahar”, karena dahulu di tempat itu ada sumber mata air
lahar yang keluar dari dalam kerak bumi, seperti layaknya lumpur Lapindo di
Sidoardjo Jawa Timur pada saat ini. Menurut legenda, laharnya keluar terus
tanpa henti.
Maka
atas kesaktian sesepuh tanah Jawa pada masa itu yang mendapat petunjuk dari
Yang Maha Kuasa, diberi petunjuk bahwa untuk menutup mata air lahar tersebut
harus dengan batu besar yang terdapat di puncak Gunung Ceremai.
Dengan
kesaktian sesepuh pada masa itu, maka batu ukuran besar berhasil diangkat dari
Gunung Ceremai dan dijatuhkan tepat diatas mata air lahar tersebut. Akhirnya
air lahar tak keluar lagi dan daerah tersebut di namakan “Walahar”.
Lalu,
kenapa batu tersebut hingga kini tidak bisa dipindahkan? Lagi-lagi hanya
menurut mitos warga sekitar, bahwa batu besar itu dijaga oleh raja Jin yang
telah berjanji kepada sesepuh yang telah menaklukannya.
Karena
janji raja Jin yang pernah ditaklukan oleh sesepuh yang berhasil memindahkan
batu tersebut, bahwa sang raja Jin telah berjanji akan menjaga batu besar itu
agar tidak berpindah atau hancur demi menutup lubang lumpur, walau pada masa
kini lumpur sudah tak ada.
Maka
hingga saat ini masih terbukti, bahwa batu besar yang seakan bertengger di
pinggir jalan tol Cipali nan misterius ini tetap berdiri kokoh seperti dulu,
karena tak dapat dihancurkan.
Bahkan
karenanya, jalan tol Cipali terpaksa sengaja dibelokkan dan kini seakan-akan
batu besar misterius itu ikut pula menjaga jalan tol Cipali.
Ada
lagi cerita mitos bahwa batu misterius itu juga sebagai tempat orang zaman
dahulu bersemedi. Dan banyak lagi cerita-cerita mitos lainnya.
Kecelakaan
di Tol Cipali dan Hal Mistis
Nah,
persoalannya kini banyak yang mengaitkan urusan batu besar nan misterius itu
dengan urusan mistis dan peristiwa aneh lainnya di tol Cipali.
Salah
satunya adalah sering terjadi kecelakaan di jalan tol tersebut. Namun dari
pengamatan IndoCropCirles, sebenarnya tak ada kaitan antara kecelakaan dijalan
tol itu dengan hal mistis.
Semua
kecelakaan adalah akibat keteledoran manusia alias human error. Bisa karena
mengantuk atau aksi kebut dengan kecepatan diatas ambang batas dari yang telah
ditentukan.
Jika
dilihat dari kecelakaan yang ada, semua merujuk dan terfokus pada wilayah akhir
tol di kilometer sekitar seratus (>km 100). Hal itu adalah bukti dari survey
yang menegaskan bahwa kecelakaan-kecelakaan itu berada tak jauh dari
berakhirnya jalan tol Cipali.
Namun lepas dari urusan soal mistis dan aneh lainnya, pastinya saat berkendara haruslah hati-hati. Siapkan kondisi psikologi dan fisik anda juga kendaraan yang layak jalan, apalagi trek yang dilalui panjang dan jangan lupa berdoa untuk kelancaran dan keselamatan dalam perjalanan Anda. Kondisi di kilometer akhir atau diatas km 100 itu menegaskan bahwa pengemudi sudah diambang rasa lelah, mengantuk, konsentrasi menurun, tak lagi waspada dan hal sejenis lainnya. Itu sebabnya, nyaris semua kecelakaan berada di kilometer-kilometer akhir di jalan tol Cipali.
Misteri Batu Bleneng Pinggir Tol Cipali
Batu Bleneng
Pinggir Jalan Tol Cipali di
Sinyalir Markas Lelembut
Tabir.com.
Ada sesuatu yang bertengger diatas beton cor, ia teronggok diam namun misterius
disisi samping jalan tol Cikampek – Palimanan atau disingkat “Cipali”. Benda
mati itu sebagai saksi sejarah bahkan mitos sejak masa lalu, dan kini mungkin
mulai menjadi legenda.
Tak
lain, adalah keberadaan dan cerita legenda soal seonggok batu besar di
kilometer 182 dipinggir tol Cipali. Batu berukuran besar ini tampak mencolok
bila Anda melintas di jalan tol tersebut.
Batu
misterius itu dikenal warga dengan sebutan “Batu Bleneng”, yang berdiri kokoh
di desa Walahar, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Wilayah batu itu berada di
sebuah bukit bernama Bukit Salam yang dipapras untuk dijadikan jalan tol.
Di
sekitar lokasi itu terlihat bukit dipapas, sedang kanan kiri jalan tol
dirapikan dengan cara dicor. Tapi batu itu berdiri tegak dipinggir beton cor,
seolah tak tersentuh, dan secara otomatis memberikan kesan menyolok atau aneh
karena memberikan kesan tak biasa.
Bila
Anda melintas dari arah Jakarta ke Palimanan batu itu ada di sebelah kanan,
tapi bila dari arah Cirebon ke Jakarta batu itu ada di sebelah kiri.
Tak
heran jika banyak mitos gaib bersemayam di batu besar tersebut yang beredar di
masyarakat. Satu diantaranya adalah cerita ketika alat berat gagal
menghancurkan batu untuk membuka lahan jalan tol.
Dapat
Tugas Hancurkan Batu Bleneng, Sopir Beko Tewas
Ijah,
warga Desa Walahar, Blok Kalimati, Kecamatan Ciwaringan, Kabupaten Cirebon
mengatakan saat tol Cipali digarap, ada peristiwa yang tidak masuk akal
terjadi.
Sopir
alat berat Beko yang diperintah atasannya untuk menghancurkan Batu Bleneng,
tewas di atas kendaraan Beko yang tengah dioperasikannya.
Mengingat
banyaknya kejadian yang tidak masuk akal, Batu Bleneng kata Ijah akhirnya
dibiarkan terus bertengger di tepi tebing.
Tidak
hanya itu, jalan tol juga terpaksa dibelokkan karena batu itu tidak bisa
dihancurkan.
“Batu
itu sudah ada sejak saya kecil, saya berharap batu itu jangan diusik demi
keselamatan kita semua,” katanya.
Ijah
khawatir jika batu dihancurkan, jin penunggu batu akan semakin marah, dan
memakan banyak tumbal,” katanya lagi.
Batu
Tak Bisa Dipindahkan dan Tersebarnya Berbagai Mitos
Bicara
soal batu besar yang berada dipinggir tol Cipali itu, ada legenda di kalangan
penduduk setempat. Konon katanya, percaya nggak percaya, batu itu tak bisa
dipindahkan saat pembangunannya.
Sudah
diupayakan dibongkar tapi selalu tak bisa. Entah alat yang terbatas atau
mungkin saja, pihak pengelola sengaja menaruh batu itu sebagai hiasan jelang
keluar gerbang tol Cipali.
Menurut
salahsatu legenda rakyat setempat, batu tersebut adalah tanda asal muasal pulau
Jawa dijadikan pemukiman.
Ada
yang bilang pula batu itu peninggalan orang zaman dahulu yang sengaja ditaruh
disitu karena berguna untuk menutup mata air berlumpur yang dapat membuat
banjir kawasan itu pada masa lalu.
Seperti
namanya, ditempat batu misterius itu berada yaitu di “Desa Walahar”, sebagai
asal mula nama “walahar”, karena dahulu di tempat itu ada sumber mata air
lahar yang keluar dari dalam kerak bumi, seperti layaknya lumpur Lapindo di
Sidoardjo Jawa Timur pada saat ini. Menurut legenda, laharnya keluar terus
tanpa henti.
Maka
atas kesaktian sesepuh tanah Jawa pada masa itu yang mendapat petunjuk dari
Yang Maha Kuasa, diberi petunjuk bahwa untuk menutup mata air lahar tersebut
harus dengan batu besar yang terdapat di puncak Gunung Ceremai.
Dengan
kesaktian sesepuh pada masa itu, maka batu ukuran besar berhasil diangkat dari
Gunung Ceremai dan dijatuhkan tepat diatas mata air lahar tersebut. Akhirnya
air lahar tak keluar lagi dan daerah tersebut di namakan “Walahar”.
Lalu,
kenapa batu tersebut hingga kini tidak bisa dipindahkan? Lagi-lagi hanya
menurut mitos warga sekitar, bahwa batu besar itu dijaga oleh raja Jin yang
telah berjanji kepada sesepuh yang telah menaklukannya.
Karena
janji raja Jin yang pernah ditaklukan oleh sesepuh yang berhasil memindahkan
batu tersebut, bahwa sang raja Jin telah berjanji akan menjaga batu besar itu
agar tidak berpindah atau hancur demi menutup lubang lumpur, walau pada masa
kini lumpur sudah tak ada.
Maka
hingga saat ini masih terbukti, bahwa batu besar yang seakan bertengger di
pinggir jalan tol Cipali nan misterius ini tetap berdiri kokoh seperti dulu,
karena tak dapat dihancurkan.
Bahkan
karenanya, jalan tol Cipali terpaksa sengaja dibelokkan dan kini seakan-akan
batu besar misterius itu ikut pula menjaga jalan tol Cipali.
Ada
lagi cerita mitos bahwa batu misterius itu juga sebagai tempat orang zaman
dahulu bersemedi. Dan banyak lagi cerita-cerita mitos lainnya.
Kecelakaan
di Tol Cipali dan Hal Mistis
Nah,
persoalannya kini banyak yang mengaitkan urusan batu besar nan misterius itu
dengan urusan mistis dan peristiwa aneh lainnya di tol Cipali.
Salah
satunya adalah sering terjadi kecelakaan di jalan tol tersebut. Namun dari
pengamatan IndoCropCirles, sebenarnya tak ada kaitan antara kecelakaan dijalan
tol itu dengan hal mistis.
Semua
kecelakaan adalah akibat keteledoran manusia alias human error. Bisa karena
mengantuk atau aksi kebut dengan kecepatan diatas ambang batas dari yang telah
ditentukan.
Jika
dilihat dari kecelakaan yang ada, semua merujuk dan terfokus pada wilayah akhir
tol di kilometer sekitar seratus (>km 100). Hal itu adalah bukti dari survey
yang menegaskan bahwa kecelakaan-kecelakaan itu berada tak jauh dari
berakhirnya jalan tol Cipali.
Kondisi
di kilometer akhir atau diatas km 100 itu menegaskan bahwa pengemudi sudah
diambang rasa lelah, mengantuk, konsentrasi menurun, tak lagi waspada dan hal
sejenis lainnya. Itu sebabnya, nyaris semua kecelakaan berada di
kilometer-kilometer akhir di jalan tol Cipali.
Namun
lepas dari urusan soal mistis dan aneh lainnya, pastinya saat berkendara
haruslah hati-hati. Siapkan kondisi psikologi dan fisik anda juga kendaraan
yang layak jalan, apalagi trek yang dilalui panjang dan jangan lupa berdoa
untuk kelancaran dan keselamatan dalam perjalanan Anda.
![]() |
| Batu Bleneng Penuh Misteri |
Ada sesuatu yang bertengger diatas beton cor, ia teronggok diam namun misterius
disisi samping jalan tol Cikampek – Palimanan atau disingkat “Cipali”. Benda
mati itu sebagai saksi sejarah bahkan mitos sejak masa lalu, dan kini mungkin
mulai menjadi legenda.
Tak
lain, adalah keberadaan dan cerita legenda soal seonggok batu besar di
kilometer 182 dipinggir tol Cipali. Batu berukuran besar ini tampak mencolok
bila Anda melintas di jalan tol tersebut.
Batu
misterius itu dikenal warga dengan sebutan “Batu Bleneng”, yang berdiri kokoh
di desa Walahar, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Wilayah batu itu berada di
sebuah bukit bernama Bukit Salam yang dipapras untuk dijadikan jalan tol.
Di
sekitar lokasi itu terlihat bukit dipapas, sedang kanan kiri jalan tol
dirapikan dengan cara dicor. Tapi batu itu berdiri tegak dipinggir beton cor,
seolah tak tersentuh, dan secara otomatis memberikan kesan menyolok atau aneh
karena memberikan kesan tak biasa.
Bila
Anda melintas dari arah Jakarta ke Palimanan batu itu ada di sebelah kanan,
tapi bila dari arah Cirebon ke Jakarta batu itu ada di sebelah kiri.
Tak
heran jika banyak mitos gaib bersemayam di batu besar tersebut yang beredar di
masyarakat. Satu diantaranya adalah cerita ketika alat berat gagal
menghancurkan batu untuk membuka lahan jalan tol.
Dapat
Tugas Hancurkan Batu Bleneng, Sopir Beko Tewas
Ijah,
warga Desa Walahar, Blok Kalimati, Kecamatan Ciwaringan, Kabupaten Cirebon
mengatakan saat tol Cipali digarap, ada peristiwa yang tidak masuk akal
terjadi.
Sopir
alat berat Beko yang diperintah atasannya untuk menghancurkan Batu Bleneng,
tewas di atas kendaraan Beko yang tengah dioperasikannya.
Mengingat
banyaknya kejadian yang tidak masuk akal, Batu Bleneng kata Ijah akhirnya
dibiarkan terus bertengger di tepi tebing.
Tidak
hanya itu, jalan tol juga terpaksa dibelokkan karena batu itu tidak bisa
dihancurkan.
“Batu
itu sudah ada sejak saya kecil, saya berharap batu itu jangan diusik demi
keselamatan kita semua,” katanya.
Ijah
khawatir jika batu dihancurkan, jin penunggu batu akan semakin marah, dan
memakan banyak tumbal,” katanya lagi.
Batu
Tak Bisa Dipindahkan dan Tersebarnya Berbagai Mitos
Bicara
soal batu besar yang berada dipinggir tol Cipali itu, ada legenda di kalangan
penduduk setempat. Konon katanya, percaya nggak percaya, batu itu tak bisa
dipindahkan saat pembangunannya.
Sudah
diupayakan dibongkar tapi selalu tak bisa. Entah alat yang terbatas atau
mungkin saja, pihak pengelola sengaja menaruh batu itu sebagai hiasan jelang
keluar gerbang tol Cipali.
Menurut
salahsatu legenda rakyat setempat, batu tersebut adalah tanda asal muasal pulau
Jawa dijadikan pemukiman.
Ada
yang bilang pula batu itu peninggalan orang zaman dahulu yang sengaja ditaruh
disitu karena berguna untuk menutup mata air berlumpur yang dapat membuat
banjir kawasan itu pada masa lalu.
Seperti
namanya, ditempat batu misterius itu berada yaitu di “Desa Walahar”, sebagai
asal mula nama “walahar”, karena dahulu di tempat itu ada sumber mata air
lahar yang keluar dari dalam kerak bumi, seperti layaknya lumpur Lapindo di
Sidoardjo Jawa Timur pada saat ini. Menurut legenda, laharnya keluar terus
tanpa henti.
Maka
atas kesaktian sesepuh tanah Jawa pada masa itu yang mendapat petunjuk dari
Yang Maha Kuasa, diberi petunjuk bahwa untuk menutup mata air lahar tersebut
harus dengan batu besar yang terdapat di puncak Gunung Ceremai.
Dengan
kesaktian sesepuh pada masa itu, maka batu ukuran besar berhasil diangkat dari
Gunung Ceremai dan dijatuhkan tepat diatas mata air lahar tersebut. Akhirnya
air lahar tak keluar lagi dan daerah tersebut di namakan “Walahar”.
Lalu,
kenapa batu tersebut hingga kini tidak bisa dipindahkan? Lagi-lagi hanya
menurut mitos warga sekitar, bahwa batu besar itu dijaga oleh raja Jin yang
telah berjanji kepada sesepuh yang telah menaklukannya.
Karena
janji raja Jin yang pernah ditaklukan oleh sesepuh yang berhasil memindahkan
batu tersebut, bahwa sang raja Jin telah berjanji akan menjaga batu besar itu
agar tidak berpindah atau hancur demi menutup lubang lumpur, walau pada masa
kini lumpur sudah tak ada.
Maka
hingga saat ini masih terbukti, bahwa batu besar yang seakan bertengger di
pinggir jalan tol Cipali nan misterius ini tetap berdiri kokoh seperti dulu,
karena tak dapat dihancurkan.
Bahkan
karenanya, jalan tol Cipali terpaksa sengaja dibelokkan dan kini seakan-akan
batu besar misterius itu ikut pula menjaga jalan tol Cipali.
Ada
lagi cerita mitos bahwa batu misterius itu juga sebagai tempat orang zaman
dahulu bersemedi. Dan banyak lagi cerita-cerita mitos lainnya.
Kecelakaan
di Tol Cipali dan Hal Mistis
Nah,
persoalannya kini banyak yang mengaitkan urusan batu besar nan misterius itu
dengan urusan mistis dan peristiwa aneh lainnya di tol Cipali.
Salah
satunya adalah sering terjadi kecelakaan di jalan tol tersebut. Namun dari
pengamatan IndoCropCirles, sebenarnya tak ada kaitan antara kecelakaan dijalan
tol itu dengan hal mistis.
Semua
kecelakaan adalah akibat keteledoran manusia alias human error. Bisa karena
mengantuk atau aksi kebut dengan kecepatan diatas ambang batas dari yang telah
ditentukan.
Jika
dilihat dari kecelakaan yang ada, semua merujuk dan terfokus pada wilayah akhir
tol di kilometer sekitar seratus (>km 100). Hal itu adalah bukti dari survey
yang menegaskan bahwa kecelakaan-kecelakaan itu berada tak jauh dari
berakhirnya jalan tol Cipali.
Kondisi
di kilometer akhir atau diatas km 100 itu menegaskan bahwa pengemudi sudah
diambang rasa lelah, mengantuk, konsentrasi menurun, tak lagi waspada dan hal
sejenis lainnya. Itu sebabnya, nyaris semua kecelakaan berada di
kilometer-kilometer akhir di jalan tol Cipali.
Namun
lepas dari urusan soal mistis dan aneh lainnya, pastinya saat berkendara
haruslah hati-hati. Siapkan kondisi psikologi dan fisik anda juga kendaraan
yang layak jalan, apalagi trek yang dilalui panjang dan jangan lupa berdoa
untuk kelancaran dan keselamatan dalam perjalanan Anda.
https://www.youtube.com/channel/UCts5Ua5IehgoRev-E6-zh1A (KI COKRO ST )


Tidak ada komentar:
Posting Komentar