Sejak zaman dulu 50.000 tahun yang lalu, Dewi naga selatan
ditempatkan bersemayam di Tanah Jawa di Indonesia. Atas perintah
Bapaknya Malaikat JAAN untuk menetap dan tinggal di daerah gunung
selok.
Yang dimana Letak persisnya di gunung Selok daerah Cilacap
perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah. Dimana di daerah Cilacap ini tempat
letaknya Pusatnya Puser Bumi dan Bersemayam Para Dewa-Dewi
seluruh Dunia.
Dan juga tempat tinggalnya Sanghiyang Wenang dan Sanghiyang
Wening begitu juga Eyang Semar ( Sanghiyang Ismaya ), yaitu salah satu Dewa
yang bermain di tanah Jawa. Yang dimana Eyang Semar ini adalah utusan
dari Sanghiyang Sys untuk mengajarkan orang Jawa tentang tata krama.
Yaitu tentang sopan santun bijaksana dalam segala hal harus legowo
dalam hidup tapi bukan berarti tidak berusaha pasrah bukan berarti diam diri ya
harus bisa berpikir mana yang baik dan mana yang tidak baik buat kita jangan
terima mentah-mentah.Yang mana Sanghiyang Sys ini adalah Kakak pertama
dari Dewi Naga Selatan.
Dewi naga selatan mempuyai 3 orang anak yaitu: Dewi Blorong,
Dewi Rara Panas atau Dewi Kidul dan Dewi Ningrum.
- Dewi Blorong, menguasai sebagian Jawa Barat dan Jawa
Tengah di Indonesia.
- Dewi Rara Panas, menguasai daerah Jawa barat dan sebagian
Jawa Tengah di Indonesia.
- Dewi Ningrum, hanya menguasai Jawa Timur saja.
Ketiga putrinya ini masing-masing memiliki sukma sejati Ular
Kobra, Naga Hijau dan Ular Sanca . Ketiga putri bangsa jin itu memiliki sifat
dan perwatakan yang berbeda-beda .
Dewi Rara Panas adalah Dewi yang berparas cantik dan memiliki kemiripan dengan
ibunya Dewi Naga Selatan yang bersifat welas asih dan bijaksana.
Sedangkan saudara tuanya yakni Dewi Blorong berwatak panas,
digjaya dan menjadi ratu penguasa ilmu kegelapan. Beliaulah Dewi dari segala
lelembut yang menyebarkan ilmu kekebalan, ilmu kesaktian, ilmu santet dan
sebagainya.
Oleh karena itu kekacauan yang disebabkan oleh ilmu-ilmu tersebut
sebenarnya berasal dari Dewi Blorong dan bukanlah dari Dewi Rara
Panas(Dewi Rara kidul).
Dewi ningrum
adalah Ratu yang berwatak dingin dan lemah lembut, tokoh yang terakhir ini
jarang muncul di dunia spiritual ketimbang kedua tokoh sebelumnya yakni Dewi
Blorong dan Dewi Rara Panas.
Dewi Blorong
mengangkat 2 orang anak, yang pertama adalah Dewi Kaditha. Dewi
Kaditha adalah putri raja dari ratu di zaman kerajaan Sunda Kuno yaitu Prabu
Munding Wangi mendapat cercaan dan hinaan akibat adanya fitnah yang
disebarkan kerabat istana.
Putri raja tersebut akhirnya diasingkan ke hutan karena selain
tidak disukai dikalangan istana,ia memiliki penyakit kulit yang sangat
aneh.Walaupun seorang putri raja namun dengan penyakit kulit seperti ini
tubuhnya menjadi amis dan berbau busuk.
Diduga putri tersebut terkena ilmu teluh dari para punggawa istana
karena disuruh oleh beberapa kerabat istana yang terkena “bisikan jahat”
tersebut.
Akhirnya sang putri berputus asa dan terus berjalan tanpa arah
sehingga sampailah ia disuatu tebing samudra yang bergelombang lautnya sangat
dahsyat. Lalu ia mendengar ada bisikan yang dimana yang membisikan itu adalah Dewi
Blorong penguasa laut selatan dari Bangsa Jin.
Kemudian ia berjanji kepada penguasa laut untuk menerimanya
menjadi pengikutnya.
Namun sang penguasa laut yaitu Dewi Blorong
memberkati ia sebagai ratu di alam goib dengan satu syarat. Syarat tersebut adalah sang putri harus terjun ke laut supaya
dapat menjelma menjadi bangsa lelembut atau ruh halus. Dan akhirnya sang putri
lalu dijadikan Ratu penguasa pantai selatan di pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa
Barat mengenai adanya petilasan Roro kidul dan makamnya yang berukuran
besar disana. Ini adalah kisah nyata bukan legenda.
Salah satu pemimpin Republik Indonesia Presiden Pertama yaitu Bapak
Soekarno dibantu oleh Ratu Kaditha penguasa Laut Selatan yang berada
didaerah Jawa Barat Letak persisnya di daerah sukabumi karanghawu.
Anak ke dua dari Dewi Blorong adalah anak dari Ratu Atas
Angin yaitu Putri Nawang Wulan.Untuk menjadi penguasa pantai selatan
karena telah teruji sebagai pelaku di bumi dengan ketabahan dan kasih sayang
layaknya seorang wanita manusia.
Pada waktu itu Putri Nawangwulan yang turun mandi bersama
saudara-saudaranya mereka bertujuh tapi diantara semuanya dialah yang paling
cantik dan baik hati yang dimana mereka mandi disebuah telaga di bumi (Tanah
Jawa).
Mereka bersenang- senang tertawa bersama bersuka ria tapi tanpa
disadari mereka ada yang melihat sesosok manusia yang berjenis lelaki,betapa
kagetnya dia sambil mengintip di semak – semak belukar melihat bidadari
cantik-cantik sedang mandi dan kebetulan laki-laki tersebut adalah orang sakti
yang bernama Joko Tarub.
Lalu dia ambil salah satu selendang dari bidadari yang sedang
mandi di telaga tersebut.Kemudian dia simpan dibalik bajunya. Tibalah saatnya
para bidadari tersebut untuk kembali terbang ke angkasa meniti pelangi.
Enam bidadari telah siap dengan membentangkan selendangnya. Namun
seorang putri masih sibuk mencari-cari dimanakah gerangan selendang yang ia
letakkan dibalik semak.
Alangka gundah gulananya sang putri mana kala para bidadari telah
terbang menuju angkasa.Akhirnya ia mengadu dan menangis sejadi-jadinya disebuah
akar pohon besar ditepi telaga.
Joko Tarub
mengambil kesempatan ini untuk merayu sang putri agar jangan terlalu bersedih
dan berduka,karena ia bersedia menolong dan memberinya tempat tinggal sampai
selendang yang dicari ditemukan. Ini juga bukanlah legenda tetapi kisah nyata
yang terjadi di dunia.
Dan pada suatu masa sang putri berhasil menemukan selendang
miliknya disebuah guci yang selalu dirahasikan oleh suaminya Joko Tarub.
Akhirnya sang putri mempersiapkan diri kembali ke telaga untuk terbang menuju
angkasa di keratonnya Ratu Atas Angin.
Yang dimana mempunyai anak satu laki-laki berusia masih berumur 1
thn. Sebenarnya sang putri berat meninggalkan anaknya semata wayang tapi dia
kangen juga dengan keluarganya yang di Angkasa.
Joko tarub
sangat terkejut dan sedih harus kehilangan Sang putri Nawangwulan dan
dia memohon untuk tinggal beberapa masa lagi sambil berlari dan menggendong
anaknya yang masih kecil. Setelah sekian lama Putri Nawangwulan pulang
ke asalnya.
Mulailah sang putri mikirin suami dan anaknya yang di Bumi lalu
dia minta ijin sama ibundanya untuk menemuinya sebentar. Lalu ibundanya
mengatakannya sekalinya turun anakku, turunlah untuk selamanya karena bunda
sudah tahu apa yang akan terjadi dengan dirimu.
Dan nanti anakku akan diangkat anak oleh turunan Bangsa Jin yang
menguasai wilayah jawa tengah yaitu Dewi Blorong. Tapi anakku akan hidup
didunia hanya 35 tahun dan anakmu sendiri tidak lama hidup di dunia hanya
sampai remaja nanti meninggalnya karena sakit.
Dan akan ikut dirimu anakku di alam sana,kalau anakku sudah siap
bunda antarkan sekarang atau mau dipikirkan lagi lalu dengan tegas Putri
Nawangwulan mengatakan dengan berat hati saya siap apapun yang akan terjadi
saya didunia akan saya jalani dan tidak akan meninggalkan ajaran dari leluhur
sendiri.
Baik kalau begitu dengan air mata berlinang dia mencium tangan
ibundanya mohon restunya kuatkan hatimu bunda akan tetap memberikan ilmu tapi
dipakai saat yang darurat anakku.Lalu Bunda Ratu Atas Angin memanggil
pengawal pribadinya dan beberapa punggawanya yang dipercaya untuk mengawal
turun ke Bumi.
Yang dimana dengan diiringi 50.000 bala tentara dengan
kereta kencana yang ditunggangi dan ditarik 4 ekor kuda terbang menuju Telaga
yang dimana tempat pertama bertemu dengan Joko Tarub.
Setelah sampai di tempat tersebut,betapa senangnya Putri Nawangwulan karena bisa dapat bertemu dengan suami dan anaknya,lalu dia buru-buru mendatangi rumah Joko Tarub, sesampainya disana,dia hanya melihat anaknya sedang bermain sendiri.
Lalu dia bertanya kepada anaknya kemana bapakmu nak dijawab dengan
mata memandang dan tertegun sejenak,bapak ada di sawah terkadang mengajarkan
orang bela diri lalu Putri Nawangwulan menangis hatinya ingin rasanya memeluk
tapi takut anak itu ketakutan.
Ya sudah saya tunggu disini bapakmu pulang kenalkan nama saya Ibu
Nawangwulan lalu anak itu berkata; oh ini yang diceritakan bapak bahwa saya
mempunyai ibu berasal dari langit, yang bukan asli Manusia dari alam lain.
Putri Nawangwulan kaget tidak disangka bahwa bapaknya bercerita
tentang siapa dirinya langsung dipeluk anaknya dengan menahan tangis. Yang
dimana anak itu sudah berusia 6 tahun, tapi batín Putri Nawangwulan mengatakan,
padahal baru beberapa bulan sudah sebesar ini.
Lalu mereka bermain bersama tertawa bercanda tanpa disadari ibunda
Putri Nawangwulan melihat dari kejauhan dimana anaknya bahagia. Dan tak lama
kemudian datanglah Joko Tarub pulang ke rumah melihat istrinya Nawangwulan
kembali.
Apa yang dipikirkan selama ini Bahwa istrinya tidak akan datang
lagi dan tidak mau memaafkan dirinya dan tidak akan mau bertemu lagi anaknya
yang di Bumi.Akhirnya mereka saling berpelukan dan saling tangis-tangisan dan
saling maaf-maafan.
Suatu saat kemudian Putri Nawangwulan bermain ke pantai di Jawa
Tengah bersama anaknya pada saat suaminya pergi ke ladang,dia ingin mengajak
anaknya melihat pantai laut yang luas supaya anaknya mengerti alam di Bumi ini.
Tapi tanpa disadari dari kejauhan di pantau oleh Dewi Blorong dan
Panglimanya yang dimana Dewi Blorong Tahu suatu saat anak ini akan menjadi
penguasa Laut Selatan.
Dan Pada saat itu juga Dewi Blorong mau pulang ke istananya. Dan
Dewi Blorong bilang kepada Panglimanya sekarang belum saatnya untuk diambil.
Setelah puas bermain pulanglah Putri Nawangwulan dengan anaknya yang sudah tak
terasa sudah sore takut suaminya mencari-cari.
Seiring sejalan anaknya sudah mulai besar meningkat remaja usia 20
tahun mulailah anaknya sakit-sakitan karena tidak ada obat yang membuat anaknya
sehat lagi,maka jadilah ibundanya terpikiran terus dan akhirnya tidak mau
makan,tidak mau tidur,akhirnya ikut sakit juga karena dia ingat cerita
ibundanya usianya tidak lama di Bumi.
Putri Nawangwulan sempat sebentar berbicara dengan ibundanya lewat
Bathinnya, Salam Sejahtera Ibunda Nawangwulan, apakah tidak bisa di kasih waktu
sudah sembilan tahun lamanya anaknya sakit tidak sembuh-sembuh apa ini sudah
menjadi takdirnya anakku, Ibunda sambil menangis Putri Nawangwulan karena tanpa
anak saya, Putri Nawangwulan tidak bisa hidup karena belahan hati Putri Ibunda.
Lalu ibundanya berkata dari awal bunda sudah bicara memang itu
jalan hidupmu anakku karena mengikuti alam manusia yang dimana harus mati, tapi
nanti ada yang menjemputmu dari Bangsa Jin Yaitu Dewi Blorong yang akan menjadi
Ibu angkatmu di Laut Selatan.
Ya sudah kalau begitu Putri Nawangwulan akan mengikuti peraturan
yang ada kalau memang itu takdir Putri dan anak Putri terima kasih Ibunda salam
sejahtera selalu. Ya ibunda hanya bisa mendoakan dari jauh.
Tak lama kemudian ada yang datang yang ternyata utusan Dewi
Blorong untuk membawa anaknya dan Putri Nawangwulan, lalu putri Nawangwulan
berkata silahkan apabila mau dibawa anak saya, Saya siap dan tak lama kemudian
dibawa oleh utusannya.
Tidak berapa lama kemudian Putri Nawangwulan dibawa juga,tapi
sebelum dibawa dia menitip pesan kepada suaminya Mas Joko Tarub jagalah dirimu
baik-baik dan harus hati-hati dengan siapa saja.Lalu Putri Nawangwulan berkata
saya sudah dijemput waktuku sudah tiba selamat jalan.
Dengan berteriak Nawangwulan jangan tinggalkan saya sama siapa
nanti saya akan hidup tanpa kalian saya tidak akan berdaya sebelum nafas
terakhir pergi saya akan membantu Mas Joko di alam sana.
Lalu pergilah Putri Nawangwulan dibawalah oleh utusan Dewi Blorong
untuk dibawa ke Istana Dewi Blorong yang dimana sudah di tunggu di
singgasananya untuk menerima Putri Nawangwulan yang nantinya untuk diajarkan
ilmu kesaktian dan kejayaan dan akan bersatu dengan anaknya yang dimana anaknya
akan membantu nantinya.
Setelah sampai di Istana lalu dibawa menghadap ke Dewi Blorong
dengan rasa hormat Putri Nawangwulan memberi salam lalu dibalas kembali salammu
Saya terima, berdirilah anakku, kini dirimu panggil Saya Bunda pengganti ibumu
yang di angkasa sebagai ibu angkatmu yang di Laut Selatan.
Dan dimana bunda akan mengajarkan Nawangwulan ilmu politik
kerajaan dan kesaktian dan juga kejayaan dan dimana diajarkan apabila ada
manusia yang gampang dan goyah keimanannya Nawangwulan ajak untuk membuat suatu
perjanjian tertulis dan lisan tanpa disadari telah ditipu oleh bangsa lelembut.
Setelah diajarkan selama 2 tahun barulah dinobatkan menjadi
penguasa Laut Selatan yang menguasai dari parangteritis sampai dengan
parangkusumo yang dimana Istananya bersebelahan dengan Dewi Blorong, dia diberi
pasukan banyak Panglima dan ada Mahapatih, Patih ,Punggawa pengawal pribadi dan
lain-lain.
Dan setelah mahir dan pintar mengatur tatanegara di Istana,
disinilah mulai Ratu Nawangwulan bermain selain membantu suaminya di dunia dan
Ratu Nawangwulan mencari manusia untuk membantu mereka tetapi minta syaratnya.
Yaitu minta nantinya mau jadi pengikut saya terserah berapa yang
mau dikasih dan dimana pantangannya tidak boleh menantang saya dengan memakai
baju Merah atau Hijau tapi kalau tidak tidak akan diapa-apakan atau tidak
disakiti.
Seiring dengan waktu tiba-tiba Lautnya merasa terguncang ada apa
gerangan diatas sana siapa yang membuat goncangan dengan dasyatnya lalu
dibukanya kaca Benggalanya. Setelah melihat itu semua, lalu Ratu Nawangwulan
keluarlah dari Istananya dan menghampiri laki-laki muda yang sedang bertapa di
atas Batu dipinggiran tebing.
Wahai Senopati ada apa engkau mengganggu dan mengguncangkan
Istanaku apa yang kamu inginkan Senopati lalu ia berkata wahai Ratu Penguasa
Laut Selatan saya ingin jadi Raja bisakah Ratu membantu saya untuk mewujudkan
keinginan saya.
Baik Ratu Nawangwulan berkata saya akan membantu Senopati menjadi
Raja besar di Tanah Jawa dan begitu juga sampai keturunanmu kesananya, tapi ada
syaratnya harus mau menikah dulu dengan saya maukah Senopati ikut dengan saya
ke Istana saya?
Lalu dijawab oleh Senopati baik Kanjeng Ratu lalu dibawalah
Senopati ke Istananya disana dipersiapkan acara untuk persiapkan pesta
pernikahan tapi sebelum itu, Ratu Nawangwulan melapor kepada Dewi Blorong bahwa
saya mau menikah dengan manusia yang dimana minta tolong saya untuk membantu
membuat Istana di Tanah Jawa ini.
Lalu direstui oleh Dewi Blorong. Kemudian pernikahan dilangsungkan
dengan meriah dan setelah itu Ratu Nawangwulan mengingatkan perjanjiannya
jangan lupa istana itu buatkan khusus untuk Saya dan saya juga minta anakmu
yang lahir dari istri-istrimu.
Dan akan Saya juga majukan anak-anakmu untuk meneruskan generasi
Senopati dan nanti akan kasih gelar bukan Raja tapi Panembahan Senopati karena
bukan turun dari keturunan asli Raja, karena kanda adalah seorang Panglima yang
berambisi ingin jadi Raja.
Dengan Panembahan Senopati mempunyai anak satu Laki-laki yang
berbadan sukma dengan Ratu Nawangwulan. Akhirnya Terbentuklah suatu Istana
Besar di Jogyakarta hingga sekarang yang dimana tidak pernah lepas adanya
sesaji-sesaji di setiap tiang-tiangnya. Dan lilitin kain kuning dan hijau itu semua
permintaan Ratu Nawangwulan.
Saya akan menceritakan sedikit tentang siapa Ratu Atas Angin
Ibunda yang sekarang anaknya sudah menjadi Ratu Penguasa Laut Selatan
yaitu Ratu Nawangwulan. Ibunda Ratu Atas Angin itu adalah Ratu Ciptaan
dari Dewi Bulqis. Yang bersemayam di Atas Awan.
Yang sekarang ciptakan Ratu-Ratu dan yang dimana orang-orang temui
itu di Laut Selatan adalah Ciptaan dari kedua Ratu tersebut yaitu Ratu Kaditha
dan Ratu Nawangwulan atas sepengetahuan Dewi Blorong.
Cerita ini disampaikan untuk mengetahui bahwa belajar ilmu gaib
akan ada dampaknya dalam diri sendiri dan turunannya memang ada yang berhasil
dan ada juga yang tidak berhasil,tapi banyak yang tidak berhasil,dan itu dapat
merubah takdir yang sudah ditentukan oleh ALLAH SWT.
Dan untuk merubah takdir itu harus dikeluarkan siluman-siluman
dari badan manusia, yang dimana harus dilawan dari Hatinya. Karena ada turunan
yang asli menjaga di dalam badannya.
Apabila tidak dikeluarkan pasangan yang liar liar, tidak akan
keluar turunan aslinya yang jaga tidak bisa bermain karena turunannya
menginginkan keberhasilan dan kejayaan dan kekayaan, tapi terkadang manusia
tidak menyadari pergi kemana-mana malah menutup diri sendiri tanpa disadari
rejekinya terambil oleh orang lain.
Dan kalau ingin menjadi sejatinya manusia harus dikeluarkan
siluman-siluman dari dalam badan manusia supaya hilang apes dan terbuka kembali
rejekinya.Tapi itu tidak mudah kalau tidak dilawan dari Hati yang paling dalam
dengan kekuatan diri dengan izin ALLAH SWT.
https://www.youtube.com/channel/UCts5Ua5IehgoRev-E6-zh1A ( KI COKRO ST )

Tidak ada komentar:
Posting Komentar